Sabtu, 09 Februari 2013

Cuban Pelangi: Pelangi diantara Tebing

Pagi ini sengaja saya terbangun lebih awal dari biasanya. Hari ini cukup spesial karena saya akan menuju ke salah satu air terjun yang konon cukup indah dan cantik yaitu Cuban Pelangi yang ada di Malang. Dari namanya saja saya sudah membayangkan nantinya disana akan disajikan dengan pemandangan air terjun dan lukisan pelangi yang menakjubkan. Saya melakukan perjalanan bersama teman-teman sekampus saya dengan menggunakan motor, dan kami berangkat sekitar pukul 09.00 WIB. Jarak yang ditempuh dari kampus Universitas Negeri Malang menuju lokasi ini sekitar 23 KM.  Coban Pelangi berada di wilayah kecamatan Poncokusumo, memasuki  kawasan ini, kita disuguhi dengan pemandangan pohon apel disekitar rumah warga. Dan jika berminat, maka bisa membeli buahnya yang dijual dipinggir-pinggir jalan sebagai oleh-oleh dan rata-rata dijual dengan harga 10-30 ribu rupiah per pack nya. Pinter-pinter nawar aja sih supaya dapat harga yang murah. Sekitar satu kilometer sebelum pintu masuk kita akan ditarik retribusi sebesar Rp.2000 per motor. Perjalanan berikutnya akan disuguhi pemandangan yang luar biasa, yaitu berupa bukit, pepohonan, aliran sungai yang jernih dibawahnya serta udara sejuk yang akan memanjakan kita selama perjalanan. Sampai di pintu masuk kawasan air terjun, kita akan ditarik tiket masuk sebesar Rp.5000 . Di pintu masuk ini disediakan arena parkir yang cukup luas, toilet, mushola dan juga kantin, sehingga kita bisa mempersiapakan segala sesuatu yang dibutuhkan untuk perjalanan menuju air terjun. 

Jalan yang harus ditempuh untuk menuju air tejun
Medan untuk menuju air terjun tidak begitu sulit, karena kondisi jalan sudah cukup bagus untuk pejalan kaki. Hanya saja kalau bisa para pengunjung disarankan untuk menggunakan masker, karena disalah satu jalan ada yang kondisinya berdebu. Di separuh perjalanan, kita akan menemukan airan sungai yang sangat jernih dan kita akan melewati sebuah jembatan yang popular dengan nama Jembatan Cinta. Memang jika kita datang bersama pasangan akan lebih romantis jika melewati jembatan ini dengan bergandengan tangan. Apalagi suasana sangat mendukung, sejuk dan gemericik aliran sungai yang menambah keromantisan. 

Jembatan Cinta, akan lebih romantis jika bersama pasangan
melewati jembatan ini, namun apa daya lagi jomblo (curcol :p).


Dari jembatan cinta ini untuk menuju air terjun sudah  tidak terlalu jauh. Ketika sampai di jembatan cinta, saya mulai disambut dengan gerimis, namun itu tidak menyurutkan langkah saya dan teman-teman untuk terus melanjutkan perjalanan. Rasa lelah akan terbayar ketika kita disuguhi dengan pemandangan sebuah air yag terjun dari ketinggian kurang lebih 110 meter dan dihiasi dengan tebing serta tumbuhan yang menghijau disekitarnya. Kita dapat merasakan kesegaran air terjun dengan turun kebawah aliran sungai atau jika berani bsa mendekat ke arah air terjun. Namun, sebaiknya tetap berhati-hati karena untuk mendekat air terjun harus melewati bebatuan yang licin. Ketika mendekat ke air terjun saya sempat terjatuh karena memang bebatuannya sangat licin. Ada sedikit rasa kecewa, yaitu tidak bisa menyaksikan keindahan pelangi saat itu, dikarenakan memang cuaca sedang mendung. Jika cuaca mendukung dan sedang beruntunng, maka akan ada pelangi yang terbentuk disekitar air terjun yang disebabkan percikan air dan cahaya sinar matahari. Biasanya pelangi akan muncul sekitar pukul 10 hingaa pukul 2 siang.


Puas bermain air dan mendekat ke air terjun, saya dan teman-teman bergegas pulang karena hari sudah mulai sore dan cukup lelah. Bagi pengunjung bisa melepas lelah atau megisi perut di beberapa warung yang dapat dijumpai selama perjalanan. Jumlahnya cukup banyak. Dan saya puas bisa mengunjungi Cuban pelangi ini, sangat recommended sebagai wisata alam dan bagi yang suka dengan tantangan. Selamat berwisata :).





Tidak ada komentar:

Poskan Komentar